Cerpen by : Muhammad Fajar
Saat itu Nabilah dan Ayana sedang mambaca buku di perpustakaan.. karena Ayana bilang dia bosan dirumah, dan dia pun mengajak Nabilah pergi ke perpustakaan untuk membaca buku..
Saat itu juga kebetulan Fajar sedang membaca buku juga. Setelah cukup lama didalam perpustakaan, Fajar pun memutuskan untuk pulang. Saat hendak pergi dari Perpustakaan, ia pun terkejut karena diluar perpustakaan ternyata hujan deras. Karena didalam perpustakaan tadi hujan tidak terdengar..
Fajar pun memutuskan untuk menunggu hujan reda diluar perpustakaan. Saat ia menoleh ke sebelah kanan, ternyata ada Achan (Nama panggilan Ayana). Fajar kenal dengan Ayana karena mereka memang bertetangga.
"Cewek yg bersama Achan siapa ya?" Tanya Fajar dalam hati.
Fajar pun menyapa Achan "Hai Chan!"
"Hai jar. Abis baca buku juga?" Tanya Achan
"Iya nih, baru abis baca buku Mau pulang malah hujan" Jawab Fajar
"Emangnya kamu ngga bawa payung?" Tanya Achan
"Hehe, iya. aku kira ngga akan hujan kaya gini. Kamu ngga bawa juga?" sambung Fajar
"Ngga" Singkat Achan
"Eh, Chan. yg disebelah kamu siapa?" Tanya Fajar
"oh, ini Nabilah.. Sepupu aku dari Jakarta" Jawab Achan
"Cantik Banget" Pikir Fajar dalam hati. "Hai aku Fajar" Sambil gemetaran menyapa Nabilah
"Hai, jar. Aku Nabilah" Jawab Nabilah..
"Eh, hujan udah reda nih, pulang yuk bil" ajak Achan pada Nabilah
"Ayo Chan" Jawab Nabilah..
"Duluan yah Jar" kata Achan pada Fajar
"Iya" kata Fajar sambil Tersenyum pada Achan dan Nabilah.
Fajar pun pulang, setelah mereka sudah agak menjauh
Diperjalanan, ia masih heran kenapa Jantungnya berdegup kencang saat ia bertemu Nabilah
"Mungkinkah ini yang dinamakan Cinta" Kata Fajar dalam hati
Sesampainya dirumah, Fajar tidak bisa berhenti memikirkan Nabilah. Sepertinya Fajar mulai mengetahui jika dirinya Jatuh Cinta pada Nabilah. Fajar pun mulai mencari cara untuk mendapatkan Nabilah.. Keesokan harinya, ia putuskan untuk mengunjungi rumah Achan karena Nabilah ada dirumah Achan.
"Assalamualaikum, Achan.." Suara Fajar didepan pintu rumah Achan
"Waalaikumsalam" kata Achan sambil membuka pintu.
"Hai Chan." Sapa Fajar
"Hai, eh Fajar.. masuk Jar.." kata Achan
"Iya, makasih" balas Fajar
"Tumben main, jarang-jarang kan kamu main kerumah aku." kata Achan
"Hehe, iya aku lagi Bete dirumah Chan, bosen.." sambung Fajar
"Iya Jar, aku juga Bete kalo dirumah terus. untung sekarang ada sepupu aku Nabilah, jadi ga terlalu Bete deh" jelas Achan
"Rumah kamu sepi Chan.. pada kemana?" tanya Fajar
"Iya, Papa sama Mama aku lagi kerja" jawab Achan.
"Kakak kamu?" tanya lagi Fajar
"Dia lagi kerumah temennya" jawab Achan
"Eh, iya Nabilah mana?" tanya Fajar utk ketiga kalinya
"Nabilah lg masakin aku Nasi Goreng.. Hehheh" jawab Achan
"Wah dia jago masak yaa?" Fajar nanya lagi
"Iya, dirumahnya, dia sering masak buat keluarganya" jawab Achan
Nabilah pun datang membawa Nasi Goreng untuk dirinya dan Ayana.
"Eh, ada Fajar. Nasi Gorengnya masih ada tuh didapur, kamu mau ngga?" kata Nabilah
"Ng-ngga usah deh Bil, a-aku udah makan kok" jawab Fajar sambil gemetaran.
"Kenapa grogi gitu Jar?" tanya Nabilah
"Ng-ngga apa-apa kok Bil." jawab Fajar
Tidak lama, Nabilah dan Achan pun selesai makan, dan Achan minta izin kepada Fajar untuk pergi mencuci piring dulu dan membiarkan Nabilah dan Fajar berdua..
Fajar pun membuka pembicaraan, dengan sedikit rasa gugup.
"Bil, kayaknya kamu deket banget ya sama Achan. Emangnya sering ketemu? kan ngga tinggal satu kota." kata Fajar
"Iya, biar Achan sama Aku ngga tinggal satu kota, tapi waktu masih kecil kita sering main bareng dirumah kakek." jawab Nabilah
"Oh, gitu.. eh Bil, Aku boleh minta nomer Hp Kamu ngga?" tanya Fajar
"Boleh kok, ni catet yaa 08xx xxxx xxxx" jawab Nabilah
"Wah, makasih ya Bil." kata Fajar
Achan pun selesai dengan cucian piringnya, dan tiba-tiba HandPhone Fajar berdering dengan lagu JKT48.
"Wah, ibu aku nelpon" kata Fajar
"Yaudah, angkat" kata Nabilah
Fajar pun mengangkat telponnya dan mulai percakapan dengan ibunya. Entah apa yang mereka bicarakan, dan tidak lama Fajar pun mematikan lagi telponnya.
"Kenapa?" tanya Achan
"Ibu Aku nelpon, katanya dia mau kepasar terus aku disuruh jaga rumah."
"Emang pembantu kamu ngga ada?" tanya Nabilah
"Aku mana punya pembantu. Udah deh ya Aku pulang dulu, makasih ya kalian udah ngilangin sedikit rasa Bete ini. hehe" sambung Fajar
"Yaudahdeh, sama-sama" kata Achan dan Nabilah mengikuti perkataan Achan.
Saat malam tiba, rasa Bete Fajar pun kembali tiba.
"Oh, iya. Aku kan punya nomer Hp nya Nabilah.. Aku sms ah." kata Fajar dalam hati.
Fajar pun memulai smsnya dengan Nabilah. dan Nabilah pun langsung membalas smsnya. Fajar senang sekali, dan mereka pun smsan dalam waktu yang lama.
[Dalam Pertengahan SMS]
"Bil, sebenernya Aku tuh ada rasa sama kamu. Ngga tau kenapa makanya tiap ketemu Kamu aku langsung ngerasa ada yang beda." kata Fajar
"Iya, Aku udah tau kok dari pertama Aku ketemu sama Kamu." balas Nabilah
"Terus kok kamu nanya 'Kenapa grogi gitu Jar?' kalo kamu udah tau" tanya Fajar
"Emangnya Kamu mau Aku bilang 'Jar, kamu Jatuh Cinta sama Aku ya?' didepan Achan" kata Nabilah.
"Oh, iya. jadi Kamu sengaja nutupin yaa.. Aku ngga mikir sampe situ. Makasih banget ya Bil." balas Fajar
"Iya, Jar" singkat Nabilah
"Eh, Bil. Kamu kan udah tau kalo Aku Jatuh Cinta sama Kamu.. Kamu mau ngga jadi pacar Aku?"
Nabilah berpikir sejenak,. "Aku kan belum kenal lama sama Fajar, tapi kayanya Dia orangnya baik.. Lagian dia ga mungkin ada niat jahat sama aku, soalnya aku tau Dia Cinta banget sama Aku"
Nabilah pun menerima Cinta Fajar dengan senang hati. Seminggu berlalu, dan Hubungan merekapun semakin erat. Tapi Nabilah lupa kalau Dia tidak selamanya tinggal dirumah Achan, dia hanya tinggal beberapa minggu.
Hari terakhir dirumah Achan, Nabilah pun disuruh pulang oleh keluarganya diJakarta, "Tapi bagaimana dengan Fajar? Aku juga udah terlanjur Cinta sama Dia." kata Nabilah dalam hati.
Nabilah memutuskan untuk berterus terang kepada Fajar bahwa ia harus pulang ke Jakarta.
Nabilah mendatangi rumah Fajar dan berterus terang kepada Fajar bahwa ia besok harus pulang ke Jakarta
"Jar, Aku harus pulang ke Jakarta besok. Kayanya hubungan kita sampai disini aja yaa.. Aku juga ngga mau ini terjadi, tapi apa boleh buat." kata Nabilah
"Iya Bil, Aku ngerti. Aku juga ngga mau ini terjadi.. tapi kalau misalnya kamu harus pulang, aku rela kok. lagian kan kita masih bisa smsan." jawab Fajar dengan sedikit kecewa
"Maafin aku ya....." kata Nabilah dengan air mata yang hampir keluar dari matanya.
"Iya, aku juga minta maaf sama kamu kalo Aku belum sempet kasih kamu kebahagiaan" kata Fajar dengan mata berkaca-kaca.
"Ngga apa-apa kok Jar, dengan Kamu Cinta sama Aku juga Aku udah cukup bahagia kok" balas Nabilah
Keesokan harinya, Fajar berniat mengantarkan Nabilah ke Stasiun Kereta. Fajar pun mendatangi rumah Achan untuk menemui Nabilah
Kebetulan Stasiun Kereta tidak terlalu jauh dari rumah Achan, jadi cukup dengan berjalan kaki. Tapi hujan deras tidak berhenti sejak pagi hari..
Nabilah bilang dia mau pulang saat hujan reda. Tapi setelah tiba sore hari hujan tidak juga reda.
"Yah, gimana nih.. Kalo aku ngga cepet-cepet pulang, Aku pasti dimarahin orang tua aku." kata Nabilah didepan Fajar dan Achan
"Yaudah bil, biar aku anter pake payung.. Kamu ada payung ngga Chan?" kata Fajar kepada Nabilah dan Achan
"Yah, ngga ada Jar" jawab Achan
"Yaudahdeh, aku ngambil payung dulu dirumah" kata Fajar
Fajar pun mengambil payung dirumahnya yang cuma tinggal nyebrang jalan dari rumah Achan
Fajar kembali kerumah Achan dengan bajunya yang agak basah.
"Ayo Bil, Aku anter" kata Fajar pada Nabilah
Nabilah lalu pamit kepada Achan dan keluarganya..
Nabilah pun berangkat ke Stasiun dengan Fajar disebelahnya sambil memegang payung.
"Jar, kok pakaian Kamu basah sih?" tanya Nabilah
"Gapapa bil, yang penting kan kamu ngga basah." jawab Fajar
Ternyata Fajar hanya memayungi tubuh Nabilah dan membiarkan Pakaian dan dirinya sendiri basah terkena air hujan.
Mereka berdua tiba diStasiun, dan Fajar mengantar Nabilah sampai kedalam Stasiun dan menemani Nabilah menunggu kereta menuju Jakarta tiba.
Kereta menuju Jakarta telah tiba, Nabilah pun masuk kedalam kereta dengan perasaan berat dan tampak air matanya yang mulai menetes..
Kereta menuju Jakarta telah berangkat dan Fajar pun kembali pulang kerumahnya.
SELESAI






Lumayan bagus jar, tapi kayanya ceritanya cepet banget ya, baru juga kenal masa langsung nembak terus diterima ._. haha keep writing.
BalasHapusHaha, oke nu. Gw akan berusaha lagi biar jadi lebih baik.. :)
Hapus